Laporan Program Dolphin

Author: gusbar  |  Category: Berita

lg-spjict.jpg

SERIKAT PEKERJA (TRADE UNION)

PT. JAKARTA INTERNATIONAL CONTAINER TERMINAL

 

 

LAPORAN PROGRAM BEASISWA DOLPHIN

 

Pendahuluan

Kebijakan pemerintah DKI Jakarta tentang bebasnya biaya sekolah bagi pendidikan dasar negeri tidak berdampak secara signifikan pada nasib pendidikan anak-anak yang berasal dari keluarga miskin. Mereka masih saja mengalami kesulitan untuk bisa menikmati pendidikan dengan baik. Pada setiap awal tahun ajaran baru masih sering kita dengar banyaknya keluhan keluarga miskin tentang ketidak berdayaan mereka dalam membiayai anak-anak mereka untuk bisa meneruskan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Kondisi seperti ini juga banyak dialami oleh keluarga buruh kurang mampu khususnya keluarga buruh TKBM yang berada di sekitar daerah pelabuhan Jakarta Utara.

Serikat Pekerja PT. Jakarta International Container Terminal (SP JICT) sebagai institusi para pekerja yang juga konsen pada persoalan-persoalan sosial kemasyarakatan, pada awal tahun 2007 lalu telah merumuskan sebuah program untuk membantu mengatasi masalah yang dihadapi oleh anak-anak keluarga buruh TKBM yang berada di tiga kecamatan di Jakarta Utara, yaitu kecamatan Cilincing, Koja dan kecamatan Tanjung Priok. Desain program yang dirumuskan SP JICT terdiri dari tiga komponen program yaitu pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan masyarakat, program tersebut diberinama dolphin yang berarti ikan lumba-lumba. Namun karena kondisi sumberdaya manusia dan sumberdana yang dimiliki SP JICT masih sangat terbatas maka yang dijalankan pada awal pelaksanaan program adalah bidang pendidikan yaitu berupa layanan beasiswa sekolah bagi anak-anak buruh TKBM.

Pada akhir bulan Januari 2008 ini perjalanan program beasiswa dolphin sudah berjalan selama satu tahun. Program ini di internal SP JICT termasuk kategori program baru maka tidaklah mengherankan apabila dalam perjalannya banyak diwarnai dengan situasi suka dan duka, penuh onak dan duri serta berbagai kendala yang dihadapi oleh tim pelaksana program. Tetapi bagi tim yang masih memiliki komitmen tinggi terhadap program ini, situasi dan kondisi yang ada justru menjadi suatu pengalaman yang sangat berharga karena tim selalu berusaha untuk mencari jalan keluar terhadap masalah-masalah yang terjadi agar pogram bisa berjalan dengan baik.

Sebagaimana lazimnya pada setiap satu tahun perjalanan pelaksanaan program ada sebuah laporan pencapaian program yang dijalankan, Maka saat ini sudah waktunya untuk menyampaikan laporan pencapaian program beasiswa dolphin. Hal ini merupakan bentuk perwujudan dari pertanggung jawaban terhadap amanah yang diberikan oleh SP JICT kepada tim pelaksana program. Apakah program tersebut berjalan dengan baik atau sebaliknya, apa saja masalah-masalah yang dihadapi dan bagimana capaian yang sudah didapat. Untuk mengetahui hal-hal yang telah disebutkan tadi bisa ditelaah pada penjelasan laporan capaian program dibawah ini.

Pencapaian Pelaksanaan Program

Pelaksanaan kegiatan dan capaian target program beasiswa dolphin SP JICT selama satu tahun (Februari 2007 – Januari 2008) dapat dilihat pada kolom uraian sebagai berikut :

 

Kegiatan Uraian Capaian Target

Mobilisasi dana beasiswa dari orang tua asuh

Ada 2 tahapan dalam melakukan kegiatan mobilisasi dana beasiswa dari orang tua asuh yaitu:

 

1.   Pertama: Mobilisasi orang tua asuh dari internal pengurus SP JICT

2.   Kedua: Mobilisasi orang tua asuh dari luar pengurus SP JICT (Para karyawan, Senior Manager, Manager, dll yang berada di intarnal PT. JICT)

 

§   Penggalangan orang tua asuh dari bulan Juli hingga Januari 2008 yang sudah terdaftar dan menanda tanagani MOU berjumlah 82 orang

§   Sedangkan dana yang terkumpul dari orang tua asuh per bulannya berjumlah Rp. 9.950.000

 

Menyalurkan beasiswa kepada anak-anak keluarga buruh TKBM yang mangalami kerentanan putus sekolah

Pelaksanaan kegiatan penyaluran beasiswa dilakukan di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Cilincing, Koja dan Tanjung Priok melalui proses sebagai berikut :

 

1.   Pendataan anak asuh calon penerima beasiswa.

2.   Verifikasi ke rumah dan ke sekolah

3.   Penyaluran beasiswa ke sekolah maupun penukaran bukti pembayaran ke sekretariat program dolphin.

 Catatan:

* Daftar penerima besiswa dan pembayarannya terlampir.

* Kondisi program mulai bulan Januari 2008 kedepan progam beasiswa ini sudah bisa berjalan dengan baik.

Anak-anak yang sudah menerima beasiswa terdiri dari 3 level tingkatan sekolah yaitu :

 

§     SD      : 6 anak

§     SLTP  : 19 anak

§     SLTA : 28 anak

 

Dan jumlah keseluruhan penerima beasiswa sebanyak: 53 anak yang terdiri dari 31 perempuan dan 22 laki-laki.

 

Sedangkan jumlah dana beasiswa yang sudah dikeluarkan sejak bulan Juli 2007 hingga tanggal 14 Januari 2008 adalah sebesar: RP 51.066.500

 

Membuat media program beasiswa

Keberadaan media program sangatlah penting karena melalui media program yang ada masyarakat bisa memahami tentang program yang dijalankan. 

 

Walaupun media program dolphin yang ada belum pernah dicetak tetapi sudah berusaha untuk disebarluaskan melalui intranet PT. JICT dan di tempel di tempat-tempat pengumuman. Serta sekarang sudah dapat diakses melalui website program dolphin SP JICT.

Media program yang sudah ada hingga akhir tahun pelaksanaan program ini adalah sebagai berikut :

 

§     Leaflet program Dolphin

§     Leaflet Program beasiswa

§     Website program dolphin:

http://www.spjict.org/dolphin , Email: dolphin@spjict.org

Monitoring, evaluasi dan pelaporan program

Untuk membuat agar waktu dan target capaian kegiatan/program bisa dicapai sesuai dengan yang direncanakan, maka telah dilakukan serangkaian kegiatan monitoring, evaluasi dan pelaporan program secara berkala.

 

Kegiatan monev. dan pelaporan yang dilakukan adalah :

§     Monitoring melalui pertemuan mingguan

§     Evaluasi dan laporan perkembangan setiap 4 bulan sekali

§     Laporan progran akhir tahun

        Kendala Pelaksanaan Program

Pada waktu pelaksanaan program beasiswa selama satu tahun ini ada dua hal yang membuat kurang lancarnya perjalanan program yaitu masalah sumberdaya manusia dan masalah sumberdana program.

                1. Sumberdaya Manusia (SDM):

Dari dua kali pelaksanaan pelatihan yang dilakukan SP JICT untuk menciptakan tenaga-tenaga handal tim pekerja sosial yang bisa memahami program dan memiliki komitment untuk melakukan kegiatan program dolphin, dalam kenyataannya hingga satu tahun program ini berjalan sangat sedikit sekali alumni dari pelatihan yang bisa aktif dalam pelaksanaan program. Ada berbagai alasan yang disampaikan yang menyebabkan mereka tidak aktif dalam pelaksanaan program diantaranya adalah karena kesibukan kerja sehari-hari dan kesibukan kegiatan lain diluar kerja sehingga mereka kurang waktu untuk bisa aktif dalam kegiatan program dolphin. Menurut pengalaman memang agak susah untuk menjalankan program yang dikelola dengan tenaga sukarela (Volunteer) bisa berjalan dengan baik, apalagi volunteer yang ada sudah memiliki kesibukan rutin tertentu dan waktu yang disediakan hanyalah waktu sisa. Terkecuali memang orang tersebut memiliki komitmen yang tinggi terhadap program, sehingga selalu berusa mencari waktu untuk bisa aktif dalam pelaksanaan program yang ada.

                2. Sumber Dana :

Pelaksanaan mobilisasi dana beasiswa orang tua asuh pada awal program kurang cepat dilakukan sehingga tidak seimbang antara kebutuhan anak-anak penerima beasiswa yang sudah diverifikasi dan masukan dana dari orang tua asuh yang sudah direkrut. Hal ini menyebabkan kurang lancarnya setiap pembayaran beasiswa ke sekolah apalagi di tunjang kurang kontrolnya tim pelaksana program untuk selalu menambah jumlah peserta yang mendapatkan beasiswa sehingga antara jumlah dana yang ada dengan jumlah kebutuhan beasiswa tidak sesuai bahkan lebih besar kebutuhan dari pada jumlah dana yang tersedia. Akibatnya sistem pembayaran yang semestinya dilakukan ke sekolah tidak selalu bisa berjalan. Banyak orang tua anak yang selalu berdatangan ke sekretariat program dolphin untuk menagih pembayaran beasiswa anaknya karena disekolah belum dibayarkan oleh tim pelaksana program dolphin. Hal seperti ini jangan sampai terulang lagi di masa yang akan datang.

 

 

Rekomendasi Untuk Pelaksanaan Program Selanjutnya

 

 

Setelah menelaah dan memahami uraian perjalanan kegiatan, capaian, dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program beasiswa dolphin selama kurun waktu satu tahun ini, ada beberapa hal yang bisa direkomendasikan dalam melanjutkan kegiatan program kedepan. Karena bagaimanapun program ini harus tetap berjalan dan program ini juga menjadi suatu kebutuhan anak-anak buruh TKBM agar pendidikannya bisa berjalan dengan baik dan tidak putus sekolah. Serta kebutuhan SP JICT untuk bisa ikut berpartisipasi dalam memecahkan persoalan sosial yang ada di daerah sekitar lingkungan kerja. Untuk itu tidaklah berlebihan apabila selain berjuang untuk mengadvokasi kesejahteraan para karyawan yang ada di perusahaan, SP JICT juga memperjuangkan nasib pendidikan anak-anak buruh TKBM karena anak-anak tersebut merupakan bagian dari generasi penerus masa depan bangsa Indonesia yang harus mendapatkan pendidikan yang layak. Beberapa rekomendasi tersebut adalah sbb:

 

 

1. Hendaknya jangan melakukan penambahan anak asuh penerima beasiswa sebelum melakukan penggalangan dana atau menambah jumlah orang tua asuh terlebih dahulu. Sehingga persediaan dana yang ada selalu mencukupi untuk memenuhi kebutuhan beasiswa anak-anak.

 

 

2. Sistem pembayaran beasiswa harus dijalankan sesuai dengan desain awal program yaitu dibayarkan oleh tim pelaksana program ke masing-masing sekolah dimana anak asuh bersekolah. Sehingga sistem pemantauan prestasi anak disekolah juga bisa berjalan dengan baik.

 

 

3.  Sebaiknya jangan memperluas wilayah sasaran program beasiswa (dari tiga kecamatan yang ada) kalau tim tenaga pelaksana program tidak memadahi. Sehingga hal tersebut lebih memudahkan tim untuk melakukan monitoring pelaksanaan program secara regular.

 

 

4.  SP JICT perlu menata kembali tim tenaga full timer pelaksana program dolphin. Sehingga kedepan program ini bisa lebih berhasil dalam mencapai target yang sudah ditetapkan.

Jakarta, 31 Januari 2008,

TTD

Mustakim

Dolphin Program Manager

Leave a Reply