SPJICT Gagas 3 Program Pemberdayaan Buruh

Author: gusbar  |  Category: Berita

dme.jpgDME 

Lokalatih Disain Manajemen dan Evaluasi (DME) yang digagas SPJICT dilaksanakan selama tiga hari (tanggal 12 hingga 14 Maret 2007) di Prima Resort, Cisarua, Bogor, telah menghasil­kan tiga program antara lain pendi­di­kan, kesehatan, dan pemberda­yaan masyarakat.

Dalam pidato pembukaan DME, Presiden IPWA, Hanneman Suria me­ngatakan, pihaknya sangat respek de­ngan sistem pemberdayaan para buruh melalui lokalatih ini. “Ya, saya sadari, bagaimana bisa memberdayakan ka­wan-kawan buruh, kalau kita tidak cer­das dan pintar. Sejak dulu saya meng­ha­rapkan agar serikat pekerja itu lebih tampil konseptual. Tampil otot bukan tidak boleh, tapi harus dikaitkan dengan otak kita,” ungkap Hanneman Suria.

Hanneman mengharapkan, agar benar-benar memahami untuk kese­jah­teraan kaum buruh. Meski memiliki banyak kelemahan, Hanneman optimis bahwa IPWA akan selangkah lebih maju. “Didukung oleh tenaga-tenaga terampil, cerdas dan professional Last but not least, kita tunjukan bahwa IPWA sudah dikenal di dunia internasional di IMF. IPWA adalah untuk dan dari kita dan untuk generasi akan datang,” katanya.

Materi DME ini sendiri dibuat berda­sarkan standar dari ILO (international labour organization). Dalam program ini diajarkan bagaimana membuat program, mengimplementasikan dan me­nge­­valuasi pelaksanaan program serta untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mendi­sain, mengelola, melaksanakan dan mengevaluasi program-program pem­ber­dayaan masyarakat. Dalam lokalatih tersebut, peserta belajar berlatih men­desain program, memanage dan me­nge­valuasi program.

Seperti diketahui, lokalatih DME merupakan bagian penting dari ren­cana IPWA dalam merancang program peningkatan kapasitas masyarakat buruh untuk mengatasi anak-anak yang rentan putus sekolah yang berasal dari keluarga buruh yang tidak mampu di sekitar pelabuhan Tanjung Priok. Dari berbagai pengamatan dan konsultasi penjajakan di kalangan para Serikat pekerja yang dilakukan oleh konsultan serikat pekerja IPWA mengungkapkan bahwa diperlukan penguatan kapasi­tas dan asistensi kepada para personal serikat pekerja agar dapat mengim­plementasikan dan mengembangkan program yang telah dibuat. Untuk itu IPWA memandang perlu untuk melaku­kan penguatan kapasitas bagi anggota aliansi agar program yang telah dibuat dapat di laksanakan dengan baik.

Lokalatih DME sendiri dirancang untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada para pelaku serikat pekerja agar memiliki pengetahuan dalam menganalisis situasi masalah, merancang program, mengelola dan mengevaluasinya. Dari pengetahuan tersebut dikembangkan menjadi ke­trampilan dalam merancang program aksi yang terstandarisasi, sehingga program yang diimplementasikan me­miliki tujuan yang rasional dan terukur, capaian yang logis, kegiatan yang kon­krit dan indikator yang terstruktur. Langkah ini dilakukan agar program yang dilakukan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat buruh dan anak-anak yang berada di lokasi dampingan.

Lokalatih DME diselenggarakan dengan pendekatan pendidikan bagi orang dewasa yang mengedepankan pada proses partisipatif yang berbasis pada siklus aksi dan refleksi. Fasilitator dan nara sumber akan memposikan peserta sebagai mitra belajar dan me­ngajak untuk sharing bersama, dimana akan berproses bersama se­cara multi arah dan dialogis. Lokalatih DME dila­kukan kepada serikat pekerja yang tergabung dalam Aliansi Pekerja Pela­buhan Indonesia (IPWA).

Lokalatih DME difasilitasi oleh Mus­takim. Sedang materi pelatihan diisi be­berapa nara sumber yang sudah ber­pengalaman di bidang pengelolaan dan pengembangan pelatihan DME yaitu: Anwar Sholihin (Direktur Utama Lembaga Pengkajian Kemasyarakatan dan Pembangunan (LPKP) Malang), Achmad Marzuki: (Direktur Eksekutif Jaringan Penghapusan Pekerja Anak (JARAK) Indonesia) serta Abdul Hakim (National Program Officer ILO Jakarta).

Secara khusus lokalatih DME ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peserta dalam ana­lisis situasi dan kondisi masyarakat buruh, merancang, mengelola, melak­sa­nakan dan mengevaluasi dan program aksi pemberdayaan masyarakat. Selain itu, membekali kemampuan peserta dalam melaksanakan program yang akan dilakukan di lokasi dam­pingan IPWA. [karnali faisal]

<!–[if !supportEmptyParas]–> <!–[endif]–>

Leave a Reply