08
Apr
Dari Dialog Publik SPJICT
Author: gusbar | Category:
Galeri Kegiatan
Komitmen Bersama Mempersiapkan Masa Depan Anak Buruh,
Sejak digagas enam bulan yang lalu, program Dolphin yang dimotori SPJICT terus mengembangkan program-programnya bagi pemberdayaan keluarga buruh. Pemberian beasiswa merupakan salah satu program yang sudah berjalan. Selain program beasiswa, SPJICT juga tengah menggagas program lainnya yaitu rumah belajar. Sebagai upaya mendapatkan banyak masukan mengenai program tersebut, pada hari Selasa (21/8) yang lalu, SPJICT menggelar acara Dialog Publik di aula kantor Kelurahan Cilincing, Jakarta Utara.
Kegiatan tersebut dihadiri keluarga buruh TKBM, tokoh masyarakat Kec Cilincing, aparat pemerintah, tokoh pendidikan, serta LSM perlindungan anak. Sebagai penggagas acara, sejumlah pengurus SPJICT hadir dalam acara tersebut. Sejumlah narasumber hadir antara lain Aida Milasari dari LSM Rumpun Gema Perempuan, Eko Winarso (Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi DKI Jakarta), Ust. Agus Salim (tokoh masyarakat), serta Agus Barlianto yang mewakili Manajemen PT JICT . Panitia dialog interaktif, Mustakim, mengatakan dialog itu digelar dengan tujuan untuk mensosialisasikan program beasiswa dan rumah belajar. Selain itu, sebagai sarana sharing pendapat dan bermusyawarah dalam proses realisasi beasiswa dan pembentukan rumah belajar.
Dalam sambutannya, Ketua SPJICT Hazris Malsyah menyebutkan kepedulian SPJICT tidak terlepas dari tanggung jawab sosial terhadap kehidupan buruh khususnya yang bertempat tinggal di Tanjung Priok, Cilincing, dan Koja. Acara yang dihadiri sekitar seratus orang peserta ini berlangsung mulai jam 9 pagi hingga jam 13.00 siang. Agus Barlianto, yang mewakili manajemen PT JICT, dalam kesempatan itu mengungkapkan proses yang harus dilalui calon penerima beasiswa berdasarkan verifikasi yang dilakukan Tim Dolphin Project.
Menanggapi pertanyaan dari salah seorang peserta dialog mengenai wilayah sasaran penerima beasiswa yang hanya tiga kecamatan, Corporate Secretary Manager PT JICT itu mengungkapkan prosesnya memang dilakukan secara bertahap.“Kita tetap konsisten untuk membantu kehidupan keluarga buruh TKBM. Sementara ini kita memang baru memprogramkan untuk tiga kecamatan. Ke depan para keluarga buruh di luar wilayah itu akan juga mendapatkan bantuan bea siswa,” katanya.
Tentang berbedanya jumlah beasiswa yang diterima antara anak yang satu dengan yang lain, Gus Bar –panggilan akrab Agus Barlianto—menilai hal itu lebih tepat karena sistem yang dianut program Dolphin mengacu pada sistem orang tua asuh yang menekankan pada hubungan yang akrab di antara ketiga belah pihak yakni SPJICT, orang tua anak serta pihak sekolah. Dengan demikian, menurutnya, perkembangan anak dapat dipantau secara bersama-sama.
“Tentu saja program ini akan berhasil jika semua pihak terkait saling membantu dan bekerja sama dengan menjaga kekompakan dan komunikasi yang intens dari waktu ke waktu sehingga setiap langkah telah melalui proses mufakat dan permasalahan dapat diselesaikan.” katanya.[karnali faisal]